Menurut Fahmi, dimulainya konstruksi proyek ini juga menjadi momentum penting dalam transformasi pemanfaatan waduk secara multipurpose. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PLN Nusantara Renewables, GD Power Hongkong, dan Perum Jasa Tirta I melalui PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia.
Ia menambahkan, keberadaan PLTS terapung ini menandai peran ganda Waduk Karangkates yang tidak hanya sebagai infrastruktur pengelolaan sumber daya air, tetapi juga sebagai bagian dari solusi transisi energi hijau nasional.
“Waduk Karangkates kini berperan ganda. Tidak hanya sebagai infrastruktur pengelolaan sumber daya air, tetapi juga sebagai bagian dari solusi transisi energi hijau nasional,” tegasnya.