RI Tempuh Jalur Negosiasi Selamatkan Dua Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz

komunitas | 05 Maret 2026 19:59

RI Tempuh Jalur Negosiasi Selamatkan Dua Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz
Peta Selat Hormuz. (dok antarajatim)

JAKARTA, PustakaJC.co – Pemerintah Indonesia tengah melakukan langkah diplomasi dan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang saat ini masih berada di kawasan Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.  

 

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan dua kapal tanker tersebut saat ini berada dalam posisi sandar sambil menunggu situasi yang lebih aman.

 

 

“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz milik Pertamina. Sekarang kapal itu sedang sandar untuk mencari lokasi yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” kata Bahlil. Demikian dikutip dari jatim.antaranews.com, kamis, (5/2/2026). 

 

(halaman) 

 

Menurut Bahlil, keselamatan awak kapal tetap menjadi prioritas utama pemerintah dan perusahaan di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, yang juga melibatkan Israel di kawasan Timur Tengah.

 

 

Meski demikian, ia memastikan situasi tersebut tidak mengganggu ketahanan energi nasional karena pemerintah telah menyiapkan berbagai alternatif pasokan energi, termasuk mencari sumber impor baru dari Amerika Serikat.

 

 

“Geopolitik memang tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi kesiapan pemerintah dalam mendesain dan mempersiapkan berbagai alternatif untuk crude, BBM, dan LPG insyaallah tetap aman,” ujarnya.

 

(halaman) 

 

Upaya mencari sumber energi alternatif dilakukan bersamaan dengan langkah diplomasi untuk mengeluarkan dua kapal tanker yang masih berada di kawasan Teluk.

 

 

Sejumlah media di Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz telah “secara efektif” ditutup menyusul serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

 

 

Selat strategis tersebut diketahui menjadi jalur vital energi dunia karena menangani sekitar seperlima perdagangan minyak global, termasuk ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab.

 

(halaman) 

 

Diperkirakan sekitar 20 persen konsumsi minyak harian dunia atau sekitar 20 juta barel melewati koridor laut tersebut setiap hari. Sementara itu, PT Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan terdapat empat kapal yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah. 

 

 

Kapal Gamsunoro sedang menjalani proses pemuatan di Khor al Zubair, Irak. Kapal Pertamina Pride telah menyelesaikan proses pemuatan dan kini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi. Kapal PIS Rinjani berada di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, sedangkan kapal PIS Paragon sedang melakukan proses bongkar muatan di Oman.

 

 

Dua kapal yang masih berada di area teluk adalah Pertamina Pride yang dikelola oleh NYK Ship Management serta kapal Gamsunoro yang dikelola Synergy Ship Management. Kedua kapal tersebut terus dipantau secara real time guna memastikan kondisi keamanan.

 

(halaman) 

 

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan keselamatan awak kapal dan armada.

 

 

“Kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini tim armada kami terus berkoordinasi dengan pihak pengelola untuk memastikan keselamatan kru dan kapal,” ujar Vega. (Frcn)