SURABAYA, PustakaJC.co – Momentum Hari Raya Idul Adha dimanfaatkan sebagai ruang memperkuat persaudaraan dan toleransi melalui seni budaya. Sebanyak 200 pemain angklung dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik berkumpul dalam kegiatan Instrumen Musik Angklung Islami (Ismail)yang dirangkaikan dengan pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Penggiat Angklung Indonesia (PPAI) Provinsi Jawa Timur serta Dewan Pengurus Daerah (DPD) Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Kamis, (4/6/2026).

Ketua DPW PPAI Provinsi Jawa Timur, Andy Wira Sujana, menjelaskan bahwa Ismail bukanlah nama komunitas, melainkan tema kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Raya Idul Adha melalui permainan angklung bersama.
“Ismail adalah singkatan dari Instrumen Musik Angklung Islami. Selain memperingati Idul Adha, momentum ini juga kami manfaatkan untuk pelantikan DPW PPAI Jawa Timur dan tiga DPD di Surabaya Raya,” ujar Andy kepada Jurnalis PustakaJC.co, Kamis, (4/6/2026).
Menurut Andy, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa seni budaya mampu menjadi jembatan kebersamaan di tengah keberagaman. Dari sekitar 200 peserta yang hadir, tidak hanya berasal dari kalangan Muslim, tetapi juga terdapat peserta beragama Hindu, Kristen, Katolik, dan Buddha.
“Kami ingin menunjukkan bahwa angklung menjadi sarana mempererat silaturahmi dan toleransi antarumat beragama. Lagu yang dimainkan tidak hanya bernuansa Islami, tetapi juga lagu rohani universal yang dapat dimainkan bersama,” katanya.