SURABAYA, PustakaJC.co – Bank Jatim resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia guna mempercepat pembangunan dan pemberdayaan ekonomi desa. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang berlangsung di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Minggu, (15/2/2026).
Perjanjian tersebut ditandatangani Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo bersama Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan F.X. Nugroho Setijo Nagoro, serta disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono. Dilansir dari kominfo.go.id, Senin, (16/2/2026).
Winardi menegaskan, sinergi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bank Jatim dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan Kemendes PDT RI kepada Bank Jatim untuk ikut mengembangkan perekonomian desa di Jawa Timur. Fokus utama kerja sama ini adalah membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Winardi dalam keterangan tertulis.
Kerja sama tersebut mencakup sejumlah aspek penting, di antaranya pertukaran data dan informasi, pemanfaatan produk dan layanan perbankan, sosialisasi serta pendampingan layanan keuangan bagi masyarakat desa, hingga penguatan kapasitas Bank Pembangunan Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Selain itu, Bank Jatim juga akan mengoptimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung percepatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Dalam implementasinya, Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan akan berperan sebagai fasilitator koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Sementara Bank Jatim menyediakan akses layanan keuangan, literasi perbankan, serta dukungan pembiayaan bagi masyarakat desa.
“Langkah ini menjadi upaya konkret untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar lebih mudah mengakses pembiayaan yang aman dan produktif,” tegasnya.
Sementara itu, Nugroho menilai kolaborasi dengan Bank Jatim sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Ekonomi desa membutuhkan ekosistem yang kuat. Kehadiran Bank Jatim akan memperkuat literasi keuangan, akses pembiayaan, serta kapasitas distribusi barang dan jasa di desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bank Jatim dipilih sebagai mitra karena memiliki kedekatan dengan masyarakat daerah serta peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kolaborasi ini mempertemukan kebijakan, pendampingan, dan pembiayaan dalam satu ekosistem pembangunan desa yang terintegrasi,” pungkasnya. (ivan)