SURABAYA, PustakaJC.co – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur resmi melanjutkan kerja sama dengan Hope Physiotherapy sebagai mitra penanganan cedera atlet. Kolaborasi ini memasuki periode kedua setelah dinilai sukses mendukung persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional XXI.
Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, Kamis, (26/2/2026), menegaskan bahwa perpanjangan kerja sama ini dilandasi kebutuhan vital atlet terhadap layanan medis yang profesional, cepat, dan responsif. Pada periode kali ini, fokus tidak hanya pada aspek kuratif, tetapi juga penguatan pencegahan cedera berbasis sport science. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (26/2/2026).
“Kami ingin atlet merasa aman, nyaman, dan tenang saat berlatih maupun bertanding. Hope memberikan hasil cepat melalui manual therapy. Bahkan, beberapa atlet merasa lebih fleksibel dalam penanganan dibandingkan di rumah sakit,” ujar Nabil di Kantor KONI Jatim, Surabaya.
Ia menambahkan, tim fisioterapi juga didorong aktif memberikan edukasi kepada pelatih, mulai dari teknik pemanasan, penguatan otot, hingga pola latihan yang tepat untuk menekan risiko cedera.
Kemudahan akses menjadi pertimbangan lain. Dengan sejumlah cabang di Surabaya dan sekitarnya, Hope dinilai mampu mempercepat mobilisasi atlet dari berbagai cabang olahraga untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sementara itu, Owner Hope Physiotherapy, Jovita Elizabeth Simon, menyebut keberlanjutan kemitraan ini sebagai bentuk pengabdian terhadap prestasi olahraga Jawa Timur.
“Ini adalah penghormatan bagi kami untuk ikut menjaga nama baik Jawa Timur. Kami berkomitmen mendukung target KONI Jatim meraih juara umum di ajang nasional mendatang. Sangat membanggakan bisa membantu atlet pulih dan kembali bersaing hingga level internasional,” kata Jovita.
Hope Physiotherapy juga memiliki rekam jejak di olahraga profesional, termasuk bermitra dengan klub Liga 1, Persebaya Surabaya.
Melalui integrasi layanan medis, fisioterapi, dan pendekatan sport science, KONI Jatim optimistis performa puncak atlet dapat terjaga secara berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mengejar prestasi nasional sekaligus memperkuat daya saing atlet Jawa Timur di panggung internasional. (ivan)