Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak salah memahami informasi yang menyebut cadangan BBM nasional hanya cukup untuk sekitar 20 hari. Menurutnya, angka tersebut merujuk pada kapasitas penyimpanan yang dimiliki Pertamina, bukan mencerminkan keterbatasan pasokan energi nasional.
Saat ini kapasitas penyimpanan BBM nasional milik Pertamina mencapai sekitar 6,10 juta kiloliter atau sekitar 67 persen dari total kapasitas. Sementara kapasitas penyimpanan milik pihak non-Pertamina mencapai sekitar 3,06 juta kiloliter atau sekitar 33 persen.
Fathul menambahkan cadangan operasional BBM Indonesia dipastikan masih aman, bahkan hingga setelah momentum Ramadan dan Idulfitri 2026. (Frcn)