Menurutnya, pengembangan PLTS juga sejalan dengan visi Presiden untuk mempercepat program dedieselisasi, yakni mengganti pembangkit listrik tenaga diesel dengan pembangkit berbasis energi terbarukan.
Ia menjelaskan, proyek ini dirancang sebagai percontohan yang diharapkan mampu menyediakan pasokan listrik bagi sekitar 2.000 kepala keluarga di dua wilayah Kabupaten Sumenep.
Wilayah tersebut adalah Dusun Gili Labak dan Desa Pagerungan Kecil yang masing-masing akan dilayani oleh PLTS berkapasitas 1 MWp.
Saat ini, warga Dusun Gili Labak di Desa Kombang, Kecamatan Talango masih mengandalkan genset pribadi untuk kebutuhan listrik rumah tangga.