Sementara itu, Desa Pagerungan Kecil di Kecamatan Sapeken hanya mendapat pasokan listrik dari PLTS milik PLN berkapasitas 50 kilowatt peak (kWp) setelah dua unit pembangkit diesel milik BUMDes tidak lagi beroperasi.
Secara teknis, proyek hibah ini akan menggabungkan dua unit PLTS berkapasitas 1 MWp dengan sistem penyimpanan energi BESS berkapasitas 4 MWh. Sistem tersebut diproyeksikan mampu menyediakan pasokan listrik selama 24 jam sekaligus menghemat penggunaan bahan bakar minyak hingga sekitar 1,1 juta liter per tahun.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menilai kerja sama ini menjadi momentum penting untuk mempercepat program dedieselisasi sekaligus mendukung transisi energi nasional.
Menurut Darmawan, percepatan pengembangan PLTS tidak dapat dilakukan oleh PLN sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, badan usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mencapai target pemanfaatan PLTS hingga 100 gigawatt (GW) di Indonesia. (frcn)