SURABAYA, PustakaJC.co – Upaya memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) terus digencarkan pemerintah. Salah satunya melalui inisiatif pemanfaatan hibah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Senin, (16/3/2026).
"Banyak pemakaian diesel akan diganti oleh PLTS ini sehingga akan menimbulkan dampak positif, terutama dalam hal swasembada energi ke depannya,” ujar Rosan dalam keterangannya, Demikian dikutip dari Jawapos.com, senin, (15/3/2026).
Program tersebut digagas oleh Danantara Indonesia yang mendorong kerja sama pengoperasian PLTS antara PT PLN (Persero) dan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Melalui kerja sama operasi (KSO), PLN akan mengoperasikan dua unit PLTS dengan kapasitas masing-masing 1 megawatt peak (MWp).
Kedua pembangkit listrik tenaga surya tersebut merupakan hibah dari Yayasan Torang IWIP Berbakti dan akan dilengkapi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 4 megawatt hour (MWh).
“PLN siap menindaklanjuti kerja sama ini agar pemanfaatan PLTS hibah tersebut segera terealisasi dan menghadirkan listrik yang andal bagi masyarakat di dua wilayah Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, program ini menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses energi bersih sekaligus meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurutnya, pengembangan PLTS juga sejalan dengan visi Presiden untuk mempercepat program dedieselisasi, yakni mengganti pembangkit listrik tenaga diesel dengan pembangkit berbasis energi terbarukan.
Ia menjelaskan, proyek ini dirancang sebagai percontohan yang diharapkan mampu menyediakan pasokan listrik bagi sekitar 2.000 kepala keluarga di dua wilayah Kabupaten Sumenep.
Wilayah tersebut adalah Dusun Gili Labak dan Desa Pagerungan Kecil yang masing-masing akan dilayani oleh PLTS berkapasitas 1 MWp.
Saat ini, warga Dusun Gili Labak di Desa Kombang, Kecamatan Talango masih mengandalkan genset pribadi untuk kebutuhan listrik rumah tangga.
Sementara itu, Desa Pagerungan Kecil di Kecamatan Sapeken hanya mendapat pasokan listrik dari PLTS milik PLN berkapasitas 50 kilowatt peak (kWp) setelah dua unit pembangkit diesel milik BUMDes tidak lagi beroperasi.
Secara teknis, proyek hibah ini akan menggabungkan dua unit PLTS berkapasitas 1 MWp dengan sistem penyimpanan energi BESS berkapasitas 4 MWh. Sistem tersebut diproyeksikan mampu menyediakan pasokan listrik selama 24 jam sekaligus menghemat penggunaan bahan bakar minyak hingga sekitar 1,1 juta liter per tahun.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menilai kerja sama ini menjadi momentum penting untuk mempercepat program dedieselisasi sekaligus mendukung transisi energi nasional.
Menurut Darmawan, percepatan pengembangan PLTS tidak dapat dilakukan oleh PLN sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, badan usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mencapai target pemanfaatan PLTS hingga 100 gigawatt (GW) di Indonesia. (frcn)