PROBOLINGGO, PustakaJC.co – Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur bersama Yayasan DMI Jatim dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan program “Masjid Ramah Pemudik dan Arus Balik” di Masjid Jamik Baitussalam Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Selasa, (17/3/2026).
Sekretaris PW DMI Jatim, H. Suhadi, menegaskan program ini menjadi bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melakukan perjalanan jauh saat momentum hari besar keagamaan. Dilansir dari antaranews.com, Rabu, (18/3/2026).
“Program ini adalah komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pemudik, agar perjalanan mereka lebih nyaman dan aman,” ujarnya.
Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan umat. Dengan jumlah masjid yang tersebar luas di Jawa Timur, potensi ini dinilai sangat strategis untuk mendukung kelancaran arus mudik.
Melalui program tersebut, pengurus masjid diajak lebih terbuka dan proaktif menyediakan fasilitas bagi para musafir. Sejumlah layanan yang didorong antara lain area istirahat yang bersih, air minum, sanitasi layak, tempat parkir aman, hingga informasi jalur mudik dan layanan darurat.
Tak hanya itu, masjid juga diharapkan mampu menghadirkan layanan kesehatan sederhana serta menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang ibadah.
DMI juga mendorong penguatan koordinasi dengan berbagai pihak seperti aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan relawan guna memastikan pelayanan berjalan optimal selama musim mudik.
“Ini bukan sekadar program, tapi gerakan bersama. Kami ingin masjid benar-benar hadir di tengah masyarakat sebagai pusat pelayanan dan peradaban,” kata Suhadi.
Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan, program ini mampu memberikan pengalaman mudik yang lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan.
Sementara itu, di Jember, BAZNAS Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Jember dan Pemerintah Kabupaten Jember juga menggelar santunan bagi 1.000 anak yatim dan 250 penyandang disabilitas yang dirangkai dengan buka puasa bersama.
Sinergi berbagai pihak ini menegaskan bahwa momentum mudik bukan hanya soal perjalanan pulang, tetapi juga tentang kepedulian sosial dan pelayanan kemanusiaan yang semakin kuat. (ivan)