Ia menambahkan, masyarakat cenderung menginginkan kebijakan yang berdampak langsung pada efisiensi energi, seperti penguatan transportasi umum hingga penggunaan sepeda.
“Rabu itu jauh lebih efektif digunakan sebagai WFH karena berjauhan dengan liburan yang lain. Turunannya bisa dilakukan dengan pemanfaatan fasilitas umum,” jelasnya.
Berdasarkan tren percakapan publik hingga awal April 2026, hari Rabu menempati posisi tertinggi sebagai pilihan WFH, disusul Kamis dan Jumat.
“Persentasenya untuk Rabu itu tertinggi pertama kemudian hari Kamis baru hari Jumat,” tambah Irwan.
ISKI Jatim pun merekomendasikan pemerintah untuk menjadikan analisis media sosial sebagai salah satu dasar dalam pengambilan kebijakan, agar memiliki tingkat penerimaan publik yang lebih tinggi. (ivan)