ISKI Jatim Usul Rabu Jadi Hari WFH ASN, Hindari ‘Libur Panjang Terselubung’

komunitas | 05 April 2026 06:48

ISKI Jatim Usul Rabu Jadi Hari WFH ASN, Hindari ‘Libur Panjang Terselubung’
Tiga narasumber, yakni Suko Widodo selaku Ketua ISKI Jatim, Irwan Dwi Arianto dari FISIP UPN Veteran Jawa Timur, serta satu perwakilan peserta, berdiri berdampingan usai kegiatan sambil tersenyum ke arah kamera, mencerminkan suasana diskusi yang hangat dan penuh kolaborasi. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Timur menyebut hari Rabu sebagai waktu paling ideal untuk penerapan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Rekomendasi ini didasarkan pada hasil riset digital yang menangkap aspirasi publik di media sosial.

 

Ketua ISKI Jatim, Suko Widodo, mengatakan mayoritas netizen menghendaki Rabu sebagai hari WFH karena dinilai lebih efektif dan tidak berdekatan dengan akhir pekan. Dilnansir dari antara.news.com, Minggu, (5/4/2026).

 

“Pilihan hari Rabu kita tanyakan kepada netizen dan dominan mereka menghendaki hari itu sebagai pilihan tepat bagi ASN untuk WFH,” ujarnya di Surabaya, Sabtu, (4/4/2026).

 

 

 

Menurutnya, opsi hari Jumat justru mendapat penolakan karena berpotensi memicu “libur panjang terselubung” yang dapat menurunkan produktivitas pegawai serta kualitas pelayanan publik.

 

“Kalau nanti di hari Jumat, pasti akan dimanfaatkan long weekend dan itu berbahaya, orang menjadi malas,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Laboratorium Integrated Digital Research FISIP UPN Veteran Jawa Timur, Irwan Dwi Arianto, mengungkapkan analisis terhadap 7.738 komentar netizen menunjukkan kekhawatiran serupa.

 

“Kalau WFH dilakukan pada hari Jumat, itu malah bermasalah karena akan menambah libur. Akhirnya bukan bekerja malah berjalan-jalan,” katanya.

 

 

Ia menambahkan, masyarakat cenderung menginginkan kebijakan yang berdampak langsung pada efisiensi energi, seperti penguatan transportasi umum hingga penggunaan sepeda.

 

“Rabu itu jauh lebih efektif digunakan sebagai WFH karena berjauhan dengan liburan yang lain. Turunannya bisa dilakukan dengan pemanfaatan fasilitas umum,” jelasnya.

 

Berdasarkan tren percakapan publik hingga awal April 2026, hari Rabu menempati posisi tertinggi sebagai pilihan WFH, disusul Kamis dan Jumat.

 

“Persentasenya untuk Rabu itu tertinggi pertama kemudian hari Kamis baru hari Jumat,” tambah Irwan.

 

ISKI Jatim pun merekomendasikan pemerintah untuk menjadikan analisis media sosial sebagai salah satu dasar dalam pengambilan kebijakan, agar memiliki tingkat penerimaan publik yang lebih tinggi. (ivan)