ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Energi, Dorong Kemandirian Nasional

komunitas | 07 April 2026 20:42

Penelitian ini dipimpin oleh Hosta Ardhyananta bersama tim dari Departemen Teknik Material dan Metalurgi. Mereka mengembangkan biogasoline berbasis crude palm oil (CPO) melalui metode catalytic cracking, yaitu proses pemecahan molekul menggunakan katalis.

“Fokus dari inovasi kami adalah bagaimana mengonversi minyak mentah kelapa sawit menjadi produk bensin biogasoline yang siap digunakan,” ujar Hosta.

Pada tahap awal, penggunaan katalis berbasis alumina mampu menghasilkan konversi hingga 60 persen, meskipun membutuhkan suhu tinggi mencapai 420 derajat Celsius. Namun, pengembangan lanjutan dengan katalis bimetalik nikel oksida dan tembaga oksida berhasil meningkatkan efisiensi secara signifikan. Suhu operasi dapat diturunkan menjadi 380 derajat Celsius dengan rendemen mencapai 83 persen.