SURABAYA, PustakaJC.co – Momentum Hari Pers Nasional dimanfaatkan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur untuk mengupas peran strategis perempuan di tengah derasnya arus digitalisasi.
Melalui seminar bertajuk “Peran Perempuan dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital” yang digelar di Gedung Wartawan PWI Jawa Timur, Jumat, (10/4/2026), para peserta diajak memahami peluang sekaligus risiko yang muncul dari pemanfaatan teknologi digital.
Sebagai keynote speaker, Arumi Bachsin Emil Dardak menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah membuka akses informasi yang semakin luas bagi perempuan. Tidak hanya itu, ruang digital juga menghadirkan peluang ekonomi baru melalui media sosial dan platform digital yang kini semakin mudah diakses. Dilansir dari suarasurabaya.net, Sabtu, (11/4/2026).
“Digitalisasi memberi kemudahan luar biasa bagi perempuan untuk berkembang, baik dalam akses informasi maupun peluang ekonomi,” ujarnya.
Namun demikian, Arumi mengingatkan bahwa di balik peluang tersebut terdapat sejumlah risiko yang harus diwaspadai. Ia menyoroti maraknya penipuan daring, kebocoran data pribadi, hingga pengaruh algoritma media sosial yang dapat membentuk pola pikir dan membatasi sudut pandang pengguna.
Sementara itu, praktisi media Eko Pamuji menambahkan bahwa tren affiliate marketing saat ini menjadi salah satu peluang ekonomi yang cukup menjanjikan di era digital. Model bisnis ini memungkinkan seseorang memperoleh penghasilan tanpa harus memiliki produk sendiri.
“Affiliate marketing bisa jadi peluang, tapi kuncinya ada di konsistensi membuat konten dan kemampuan menyaring informasi agar tidak terjebak hoaks,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya literasi digital, khususnya bagi perempuan, agar mampu memilah informasi yang benar serta memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
Melalui kegiatan ini, IKWI dan PWI Jawa Timur berharap perempuan semakin berdaya di ruang digital. Tidak hanya sebagai konsumen informasi, tetapi juga sebagai produsen konten yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Peningkatan literasi digital dinilai menjadi kunci utama agar perempuan mampu memaksimalkan berbagai peluang yang ada, sekaligus meminimalkan risiko di tengah derasnya arus informasi di era digital saat ini. (ivan)