Secara bulanan, penjualan eceran juga mengalami akselerasi. Pada Maret 2026, pertumbuhan mencapai 8,4 persen (month to month), naik dari Februari yang sebesar 4,2 persen.
BI menilai kondisi ini mencerminkan daya beli masyarakat yang masih terjaga. Distribusi barang yang relatif lancar serta permintaan yang kuat menjadi faktor pendorong utama.
Ke depan, pelaku usaha juga masih menunjukkan optimisme. BI Jatim memproyeksikan tren positif berlanjut hingga Agustus 2026, didukung momentum Iduladha serta berbagai agenda tahunan di Surabaya.
Namun demikian, BI mengingatkan adanya potensi risiko global. Ketidakpastian ekonomi, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah, berpotensi mendorong kenaikan harga energi dunia.
Jika tak diantisipasi, kondisi tersebut dapat berdampak pada inflasi dan menekan daya beli masyarakat dalam beberapa bulan ke depan. (ivan)