SURABAYA, PustakaJC.co — Kinerja penjualan eceran di Surabaya menunjukkan tren positif. Bank Indonesia mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2026 tumbuh 13,2 persen secara tahunan (yoy), didorong lonjakan konsumsi saat momen hari besar.
Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Ibrahim, mengungkapkan IPR Februari 2026 mencapai 484,3. Angka ini meningkat dibandingkan Januari 2026 yang tumbuh 10,9 persen (yoy). Dilansir dari antaranews.com, Jumat, (24/4/2026).
“Peningkatan ini didorong oleh naiknya penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori serta makanan, minuman, dan tembakau,” ujarnya di Surabaya, Kamis (23/4).
Selain itu, kelompok perlengkapan rumah tangga mulai menunjukkan perbaikan meski masih dalam fase kontraksi. Sementara kelompok barang budaya dan rekreasi serta sandang tetap tumbuh, meski melambat.
Di sisi lain, pertumbuhan tertahan oleh penurunan lebih dalam pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi serta bahan bakar kendaraan bermotor.
Secara bulanan (mtm), penjualan eceran Februari 2026 juga tumbuh 4,2 persen, berbalik dari Januari yang terkontraksi 4,9 persen.
Mayoritas kelompok mencatat kenaikan, terutama suku cadang, perlengkapan rumah tangga, sandang, makanan dan minuman, serta barang rekreasi. Meski begitu, kelompok BBM masih berada dalam tren kontraksi, meskipun mulai membaik.
BI menilai peningkatan konsumsi ini tak lepas dari momentum Imlek, cuti bersama, hingga periode Ramadhan menjelang Idul Fitri yang mendorong belanja masyarakat. Namun, perlambatan di sektor elektronik masih menjadi catatan yang perlu diwaspadai ke depan. (ivan)