Aksi Tanam 1.000 Mangrove dan Cemara Udang di Pesisir Surabaya Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan

komunitas | 24 April 2026 19:30

Aksi Tanam 1.000 Mangrove dan Cemara Udang di Pesisir Surabaya Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan
Istimewa: TAMAN RIBUAN POHON — Sebanyak 1.000 pohon ditanam di kawasan pesisir Romokalisari, Surabaya, dalam aksi kolaborasi Yayasan WINGS Peduli dan Pemerintah Kota Surabaya. (dok. Tribunjatim)
SURABAYA, PustakaJC.co — Sebanyak 1.000 pohon mangrove dan cemara udang ditanam di kawasan pesisir Romokalisari, Teluk Lamong, Surabaya, dalam kolaborasi antara Yayasan WINGS Peduli dan Pemerintah Kota Surabaya, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bumi sekaligus langkah konkret menjaga ekosistem pesisir dari ancaman abrasi dan pencemaran.
 
Sekitar 300 relawan dari berbagai elemen turut ambil bagian, mulai dari pelajar, warga setempat, hingga komunitas lingkungan. Selain melakukan penanaman, para peserta juga membersihkan area pesisir yang kerap terdampak sampah kiriman dari aliran sungai. Kegiatan ini dilansir dari surabaya.tribunnews.com, Jumat (24/4/2026).
 
Jenis tanaman yang dipilih dinilai memiliki manfaat ekologis tinggi, seperti menahan abrasi, meredam gelombang laut, serta mengurangi dampak angin kencang di wilayah pesisir.
 
 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi seremonial, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat.
 
“Kami ingin masyarakat tidak hanya ikut menanam, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Ini adalah langkah awal menuju ekosistem yang lebih sehat,” ujarnya.
 
Selain itu, relawan juga mendapatkan edukasi terkait pengelolaan sampah melalui kampanye pilah sampah sejak dini, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
 
Perwakilan Yayasan WINGS Peduli, Oucky Hertanto, menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
 
 
“Kami berharap aksi ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi kebiasaan baik yang terus dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
 
Program Aksi Hijau sendiri merupakan agenda berkelanjutan yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah, termasuk kawasan pesisir dan ekowisata mangrove di sejumlah daerah di Indonesia. (frchn)