SURABAYA, PustakaJC.co — Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur memproyeksikan kinerja penjualan eceran di Surabaya mengalami peningkatan signifikan pada Maret 2026, seiring lonjakan permintaan masyarakat menjelang Lebaran.
Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, menyebutkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) menunjukkan tren positif baik secara tahunan maupun bulanan. Dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (25/4/2026).
“Penjualan eceran pada Maret 2026 diperkirakan meningkat, tercermin dari Indeks Penjualan Riil yang mencapai 525,2 atau tumbuh 13,6 persen secara tahunan,” ujarnya.
Kenaikan ini terutama ditopang oleh sektor suku cadang dan aksesori serta kelompok barang lainnya, khususnya sandang. Lonjakan permintaan terjadi seiring meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, yakni Idul Fitri 1447 Hijriah.
Selain itu, sektor bahan bakar kendaraan bermotor mulai menunjukkan perbaikan meski masih berada dalam fase kontraksi. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta barang budaya dan rekreasi tetap tumbuh positif.
Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya merata. Penurunan masih terjadi pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi serta perlengkapan rumah tangga lainnya yang mengalami kontraksi lebih dalam.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret diperkirakan tumbuh 8,4 persen, meningkat dibanding Februari yang hanya 4,2 persen. Peningkatan ini didorong oleh mayoritas kelompok barang, terutama sandang, konsumsi harian, hingga bahan bakar.
BI menilai, tren positif ini tak lepas dari meningkatnya aktivitas belanja masyarakat menjelang Lebaran serta ekspektasi distribusi barang yang lebih lancar.
Meski demikian, beberapa sektor masih perlu diwaspadai karena belum pulih sepenuhnya, terutama perlengkapan rumah tangga yang masih tertekan.
Momentum Lebaran kembali menjadi penggerak utama roda konsumsi. Namun, ketimpangan antar sektor menjadi sinyal bahwa pemulihan ekonomi belum sepenuhnya merata. (ivan)