DPRD Surabaya Tekankan Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh Harus Utamakan Pedagang Lama

komunitas | 30 April 2026 20:45

DPRD Surabaya Tekankan Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh Harus Utamakan Pedagang Lama
DIKEBUT: Perbaikan Pasar Tembok Dukuh di Jalan Kranggan, Surabaya. (dok radarsurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co — Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh di Jalan Kranggan mendapat sorotan dari DPRD Kota Surabaya. Dewan meminta agar pembenahan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga memberikan prioritas kepada pedagang lama yang telah lama menggantungkan usaha di lokasi tersebut, Kamis (30/4/2026).

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, menegaskan pentingnya skala prioritas dalam proses penataan selama revitalisasi berlangsung. Menurutnya, pedagang lama harus menjadi pihak utama yang mendapatkan tempat di stan baru. Demikian dilansir dari surabaya.jawapos.com, Kamis (30/4/2026).

“Skala prioritas adalah pedagang yang ada di sana dengan konsep yang sudah tertata,” ujarnya.

Ia menilai, revitalisasi ini menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi pasar rakyat agar lebih tertib, nyaman, serta mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.

Selain itu, pria yang akrab disapa Buleks tersebut juga mengingatkan pentingnya pendataan pedagang secara ketat. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya penumpukan kepemilikan stan oleh pihak tertentu.

“Keterlibatan kelurahan, kecamatan, ataupun dari PD Pasar sendiri, jangan sampai kecolongan bagi mereka yang dalam satu keluarga bisa mendapatkan stan lebih,” tegasnya.

Tak hanya soal penataan pedagang, DPRD juga menyoroti perlunya fasilitas pendukung yang memadai, mulai dari area parkir, sistem keamanan, hingga pengawasan berbasis teknologi seperti CCTV yang dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

“Pasar itu hidup dengan kenyamanan dan keamanan, contohnya lahan parkir yang memadai,” katanya.

Ia juga mendorong pemasangan CCTV guna memastikan keamanan aktivitas perdagangan di dalam pasar tetap terjaga. “CCTV harus bisa memantau juga terkait keamanan,” tambahnya.

Lebih lanjut, DPRD mengingatkan agar setelah revitalisasi selesai, pemerintah kota tidak membiarkan persoalan lama kembali muncul, terutama keberadaan pasar tumpah di tepi jalan yang dinilai merugikan pedagang resmi.

“Jangan sampai setelah direvitalisasi keluhan pedagang tetap terjadi, terutama pasar tumpah. Banyak yang jualan di jalan tanpa sewa lahan, ini menimbulkan persaingan tidak sehat,” pungkasnya. (frchn)