57 Bhikkhu ASEAN Jalan Kaki dari Bali ke Borobudur, Tebarkan Pesan Damai dan Toleransi

komunitas | 15 Mei 2026 19:35

57 Bhikkhu ASEAN Jalan Kaki dari Bali ke Borobudur, Tebarkan Pesan Damai dan Toleransi
WAISAK: Sebanyak 57 bhikkhu dari sejumlah negara ASEAN menjalani perjalanan spiritual berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur dan singgah di Surabaya. (dok JawaPos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Sebanyak 57 bhikkhu dari sejumlah negara ASEAN menjalani perjalanan spiritual bertajuk Indonesia Walk for Peace (IWPF) 2026 dengan berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur. Jumat (15/5/2026).

Para bhikkhu yang berasal dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia tersebut menempuh perjalanan sejauh 40 hingga 50 kilometer setiap hari. Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk praktik spiritual sekaligus menyebarkan pesan perdamaian, toleransi, dan cinta kasih kepada masyarakat.

“Ketika manusia meninggal dunia, harta, jabatan, maupun kekayaan tidak dapat dibawa pergi. Yang tersisa hanyalah kebaikan dan jasa yang telah dilakukan selama hidup,” ujar pemimpin rombongan, Bhante Phanarin Sumetho, dikutip dari JawaPos.com, Jumat (15/5/2026).

Setibanya di Surabaya, rombongan berjalan kaki dari kawasan Panjang Jiwo menuju Balai Kota Surabaya. Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace Jawa Timur, Irwan Pontoh, mengaku kagum atas semangat para bhikkhu yang mampu menjalani perjalanan panjang tersebut dengan lancar.

Menurut Irwan, rombongan terdiri dari 43 bhikkhu asal Thailand, empat dari Malaysia, tiga dari Laos, dan tujuh dari Indonesia. Mereka diketahui telah tiba di Denpasar pada 7 Mei 2026 sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Borobudur.

Selama perjalanan, para bhikkhu mendapat sambutan hangat dari masyarakat lintas agama. Anak-anak, pedagang kecil, hingga tokoh agama turut memberikan dukungan dan bantuan sebagai bentuk solidaritas dan kerukunan antarumat beragama.

Rombongan dijadwalkan tiba di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti rangkaian perayaan Hari Raya Waisak Nasional yang akan digelar pada 30 Mei mendatang.

Mewakili Wali Kota Surabaya, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Pemkot Surabaya, Dedik Irianto, menyampaikan bahwa kehadiran para bhikkhu menjadi kehormatan bagi Kota Pahlawan.

Menurutnya, perjalanan tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membawa pesan kesederhanaan, disiplin, ketekunan, perdamaian, dan kemanusiaan. (frchn)