“Tidak hanya terbatas halal dan haram, bahan pemicu alergi lainnya juga akan kami kembangkan dengan metode kolorimetri yang sama, hanya saja formulasi reagen dan katalisnya berbeda,” ungkapnya.
Kemudahan penggunaan alat tersebut diharapkan mampu membantu pelancong Muslim maupun masyarakat yang memiliki riwayat alergi agar lebih tenang dalam memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi.
Selain itu, inovasi tersebut juga dinilai dapat mendukung pelaku UMKM kuliner dalam meningkatkan jaminan kehalalan serta keamanan produk yang dipasarkan.