SURABAYA, PustakaJC.co – Surabaya Fashion Festival (SFF) 2026 akan digelar di Jalan Tunjungan pada Minggu (21/6/2026) mulai pukul 09.00 WIB setelah pelaksanaan Car Free Day (CFD). Kegiatan yang diselenggarakan SKH Memorandum bersama Pemerintah Kota Surabaya ini akan menghadirkan parade fashion di sejumlah ruas jalan utama pusat kota.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya, mengatakan pihaknya akan menerapkan rekayasa lalu lintas dan pengamanan di berbagai titik strategis selama kegiatan berlangsung.
“Adapun rute utama kegiatan meliputi Jalan Tunjungan, Jalan Gubernur Suryo, Jalan Yos Sudarso, Jalan Walikota Mustajab, hingga Jalan Sedap Malam,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Suara Surabaya, Sabtu (20/6/2026).
Untuk mengantisipasi kemacetan, masyarakat diimbau menghindari ruas jalan yang menjadi jalur parade. Sejumlah pengalihan arus lalu lintas juga akan diberlakukan di beberapa titik.
Di Simpang Empat Siola, arus kendaraan dari Jalan Gemblongan dan Jalan Praban menuju Jalan Tunjungan akan dialihkan ke Jalan Genteng Kali. Sementara di Simpang Tiga Apotek Rona, arus dari Jalan Ngemplak dan Jalan Ketabang Kali menuju Jalan Simpang Dukuh juga akan diarahkan ke Jalan Genteng Kali.
Selain itu, di Simpang Empat Air Mancur, kendaraan dari Jalan Pemuda menuju Jalan Yos Sudarso akan dialihkan melalui Jalan Panglima Sudirman.
“Masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan rute perjalanan dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran kegiatan,” kata Galih.
Ketua Panitia Surabaya Fashion Festival 2026, Djoko Setyo, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk mendukung kelancaran acara. Pengamanan dan pengaturan lalu lintas disiapkan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan.
“Kami telah menyiapkan pengamanan bersama petugas di lapangan, termasuk pengaturan di simpul-simpul jalan yang mengarah ke lokasi parade. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan rute perjalanan agar tidak terjebak kepadatan,” ujarnya.
SFF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi industri fashion, tetapi juga mampu mendorong sektor pariwisata serta ekonomi kreatif di Kota Surabaya. (nov)