Pengangguran Mengintai, Pemerintah Gelontorkan Rp26,34 Triliun Stimulus Ekonomi hingga Akhir Tahun

komunitas | 23 Juni 2026 18:15

 

Pada pilar ketiga, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

 

Salah satunya melalui penyaluran bantuan beras sebanyak 10 kilogram kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan berturut-turut mulai Juli 2026.

 

Program bantuan pangan tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp17,54 triliun.

 

Selain itu, pemerintah juga menggulirkan Bantuan Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) kedelai bagi pengrajin tahu dan tempe.

 

Melalui program tersebut, pengrajin akan mendapatkan subsidi maksimal Rp2.000 per kilogram untuk kuota tahap pertama sebanyak 250 ribu ton.

 

Airlangga menjelaskan, total nilai stimulus yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp26,34 triliun.

 

Rinciannya terdiri dari stimulus transportasi sebesar Rp2,04 triliun, program magang dan pelatihan vokasi Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun.

 

Pemerintah berharap berbagai kebijakan tersebut mampu menjaga konsumsi masyarakat, memperkuat dunia usaha, mengurangi dampak pengangguran, sekaligus mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun 2026.

(int)