Dalam mendukung visi Malang Megapolitan, lanjutnya, organisasi perempuan dapat mengambil peran melalui peningkatan literasi digital keluarga, penguatan ekonomi kreatif perempuan, pendampingan UMKM berbasis rumah tangga, pencegahan stunting, peningkatan kesehatan keluarga, serta penguatan pendidikan karakter anak dan remaja.
Sementara untuk pengembangan kawasan Selatan-Selatan sebagai pusat ekonomi baru Jawa Timur, organisasi perempuan didorong mengoptimalkan pengembangan produk unggulan desa, peningkatan kapasitas UMKM perempuan, diversifikasi pangan lokal, penguatan desa wisata berbasis keluarga, hingga pemberdayaan perempuan pesisir dan pelaku usaha mikro.
Ia juga menyoroti semakin berkembangnya kawasan selatan Jawa Timur setelah tersambungnya Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Kabupaten Malang, Blitar, Tulungagung hingga Pacitan. Infrastruktur tersebut dinilai membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata, pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, dan UMKM.
"Organisasi perempuan memiliki peluang besar menjadi motor penggerak ekonomi lokal, baik melalui penguatan produk unggulan daerah, koperasi perempuan, promosi wisata berbasis masyarakat, maupun peningkatan kapasitas SDM di kawasan selatan Jawa Timur," katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan salinan MoU Showcase Produk UMKM sebagai langkah konkret memperkuat promosi dan daya saing produk unggulan daerah. Selain itu, peserta juga diajak memanfaatkan East Java Super Corridor (EJSC) sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM, industri kreatif, dan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, seluruh organisasi perempuan di wilayah Bakorwil III Malang diharapkan semakin solid dalam membangun sinergi demi mewujudkan keluarga sejahtera dan masyarakat yang berdaya di Jawa Timur. (nov)