TP PKK Bakorwil III Malang Didorong Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Selatan Jatim

komunitas | 25 Juni 2026 09:00

TP PKK Bakorwil III Malang Didorong Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Selatan Jatim
TP PKK Bakorwil III Malang Didorong Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Selatan Jatim

MALANG, PustakaJC.co – Organisasi perempuan di wilayah kerja Bakorwil III Malang meneguhkan komitmen untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah, ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi dan Rapat Koordinasi TP PKK, DWP, GOW, dan PERWOSI di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (24/6/2026).

Koordinator Ketua TP PKK Bakorwil III Malang, Prof. Dr. Asihing Kustanti, menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarorganisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, organisasi perempuan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah yang tidak hanya fokus pada kesejahteraan keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam ketahanan pangan dan pembangunan masyarakat.

"Di tengah berbagai tantangan pembangunan saat ini, peran organisasi perempuan semakin penting dan strategis. PKK, DWP, GOW, PERWOSI, dan organisasi perempuan lainnya telah menjadi mitra pemerintah yang tidak hanya berfokus pada kesejahteraan keluarga, tetapi juga berkontribusi nyata dalam ketahanan pangan dan pembangunan daerah," ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai program yang dijalankan perempuan, mulai dari pemanfaatan lahan pekarangan, pengembangan kebun keluarga, budidaya pangan dan hortikultura, hingga pengolahan hasil pertanian dan penguatan UMKM berbasis pangan lokal, telah menunjukkan kontribusi nyata terhadap ekonomi keluarga dan ketahanan pangan masyarakat.

Asihing menambahkan, sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pembangunan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan keluarga.

Dalam mendukung visi Malang Megapolitan, lanjutnya, organisasi perempuan dapat mengambil peran melalui peningkatan literasi digital keluarga, penguatan ekonomi kreatif perempuan, pendampingan UMKM berbasis rumah tangga, pencegahan stunting, peningkatan kesehatan keluarga, serta penguatan pendidikan karakter anak dan remaja.

Sementara untuk pengembangan kawasan Selatan-Selatan sebagai pusat ekonomi baru Jawa Timur, organisasi perempuan didorong mengoptimalkan pengembangan produk unggulan desa, peningkatan kapasitas UMKM perempuan, diversifikasi pangan lokal, penguatan desa wisata berbasis keluarga, hingga pemberdayaan perempuan pesisir dan pelaku usaha mikro.

Ia juga menyoroti semakin berkembangnya kawasan selatan Jawa Timur setelah tersambungnya Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Kabupaten Malang, Blitar, Tulungagung hingga Pacitan. Infrastruktur tersebut dinilai membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata, pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, dan UMKM.

"Organisasi perempuan memiliki peluang besar menjadi motor penggerak ekonomi lokal, baik melalui penguatan produk unggulan daerah, koperasi perempuan, promosi wisata berbasis masyarakat, maupun peningkatan kapasitas SDM di kawasan selatan Jawa Timur," katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan salinan MoU Showcase Produk UMKM sebagai langkah konkret memperkuat promosi dan daya saing produk unggulan daerah. Selain itu, peserta juga diajak memanfaatkan East Java Super Corridor (EJSC) sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM, industri kreatif, dan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, seluruh organisasi perempuan di wilayah Bakorwil III Malang diharapkan semakin solid dalam membangun sinergi demi mewujudkan keluarga sejahtera dan masyarakat yang berdaya di Jawa Timur. (nov)