Dari Organisasi Kader hingga Ormas Besar, Ini Kata Gus Yahya

komunitas | 17 Juli 2026 08:04

Dari Organisasi Kader hingga Ormas Besar, Ini Kata Gus Yahya
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan materi pada pembukaan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) di Rembang, Jawa Tengah. (dok nuonline)

JAKARTA, PustakaJC.co – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengungkap perjalanan panjang NU yang awalnya dibangun sebagai organisasi kader ulama hingga berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan berbasis akar rumput terbesar di dunia.

 

Hal itu disampaikan Gus Yahya saat membuka Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) Angkatan II Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rembang di Hotel Pollos, Rembang, Jawa Tengah, Rabu, (15/7/2026).

 

Menurutnya, pada masa awal berdiri, NU menerapkan standar keulamaan yang sangat ketat. Mereka yang terlibat dalam organisasi merupakan ulama yang telah melalui pendidikan khusus dan proses kaderisasi yang tidak sederhana. Dilansir dari nu.or.id, Jumat, (17/7/2026).

 

“Orang yang dipanggil oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari itu menunjuk kepada karakteristik yang jelas dan ketat karena yang diundang itu adalah para ulama. Ini berarti mereka yang terdidik secara khusus. Tidak mungkin tidak terdidik secara khusus, enggak mungkin menjadi ulama kalau tidak dididik secara khusus,” ujarnya.