SURABAYA, PustakaJC.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan Rupiah Java Run 2026 melalui kegiatan Kick Off yang digelar di Surabaya, Jumat, (17/7/2026). Mengusung tema “Rupiah Menyatukan Langkah”, ajang ini menjadi bagian dari kampanye nasional Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah yang dikemas melalui olahraga dan konsep sport tourism.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ridzky Prihadi Tjahyanto, mengatakan Rupiah Java Run tidak hanya menjadi ajang lari, tetapi juga sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan menggunakan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (18/7/2026).
Menurutnya, gerakan Cinta Rupiah diwujudkan melalui pengenalan ciri keaslian uang menggunakan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Selain itu, masyarakat juga diajak merawat uang Rupiah dengan menerapkan prinsip 5 Jangan, yaitu jangan dilipat, jangan dirobek, jangan dicoret, jangan dibasahi, dan jangan di-steples.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat semakin mencintai Rupiah dengan mengenali keasliannya dan merawatnya dengan baik. Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan bangsa,” ujar Ridzky.
Ia menambahkan, kampanye CBP Rupiah tidak hanya menekankan aspek kecintaan terhadap mata uang nasional, tetapi juga mendorong kebanggaan masyarakat terhadap Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia sekaligus identitas bangsa.
Sementara itu, aspek Paham Rupiah diwujudkan melalui penggunaan uang secara bijak, pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan transaksi digital menggunakan QRIS secara aman, serta peningkatan perlindungan konsumen melalui Program PeKA (Peduli dan Kenali).
Dalam pelaksanaannya, Rupiah Java Run 2026 mengusung konsep heritage fun run yang akan membawa peserta melintasi sejumlah kawasan ikonik dan bersejarah di Kota Surabaya. Konsep ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi peserta dengan memadukan olahraga, edukasi, dan promosi destinasi wisata dalam satu kegiatan.
Panitia menyediakan dua kategori lomba, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer. Selain itu, tersedia kategori Master untuk peserta berusia di atas 45 tahun sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme pelari dari berbagai kelompok usia.
Tidak hanya berfokus pada kompetisi, penyelenggara juga menyiapkan penghargaan khusus bagi peserta dengan kostum atau jersey paling kreatif. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menambah semarak kegiatan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat secara lebih luas.
Rupiah Java Run 2026 juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meramaikan area kegiatan. Kehadiran UMKM diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat ekosistem sport tourism di Jawa Timur.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah semakin dekat dengan masyarakat. Selain mendorong budaya hidup sehat, ajang tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan, memperluas penggunaan sistem pembayaran digital yang aman, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ivan)