15 Tahun Dampingi Petani, BI Jatim Dongkrak Produksi Beras Organik Banyuwangi

komunitas | 04 Agustus 2026 13:39

 

Selain itu, jumlah petani mitra meningkat dari 46 orang pada 2011 menjadi 349 orang pada 2025. Luas lahan pertanian organik juga berkembang dari 54 hektare menjadi 167 hektare. Peningkatan tersebut diikuti semakin luasnya penggunaan pupuk organik, berkurangnya pemakaian bahan kimia, serta terjaganya kualitas dan kesehatan tanah.

 

Meski mencatat berbagai kemajuan, Iqbal mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya tingginya biaya distribusi karena lokasi petani yang tersebar, keterbatasan fasilitas pascapanen, serta belum meratanya pemahaman petani terhadap budidaya organik.

 

Untuk menjawab tantangan tersebut, BI Jember memberikan berbagai dukungan berupa kendaraan angkut, Rice Milling Unit (RMU), vacuum sealer, pembangunan gudang penyimpanan, hingga pelaksanaan program capacity building bagi petani dan penyuluh.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Danang Hartanto mengatakan pengembangan beras organik merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun pertanian berkelanjutan yang memiliki nilai tambah tinggi.

 

Menurutnya, pengembangan dilakukan melalui pemetaan potensi lahan, uji kesuburan tanah, pendataan varietas lokal, hingga pendampingan sertifikasi sehingga produk beras organik Banyuwangi memiliki daya saing yang semakin kuat di pasar.

 

“Hingga Semester I Tahun 2026, produksi pertanian organik Banyuwangi mencapai 765,15 ton. Sementara produksi beras pada Januari hingga Juni 2026 mencapai 255.257 ton, jauh di atas kebutuhan konsumsi masyarakat sebesar 81.252 ton sehingga mencatat surplus sekitar 174 ribu ton,” ungkap Danang.