Tari Kolosal Kedaulatan Pangan Meriahkan HUT ke-81 RI di Grahadi

komunitas | 17 Agustus 2026 13:36

Tari Kolosal Kedaulatan Pangan Meriahkan HUT ke-81 RI di Grahadi
Salahsatu atraksi tari kolosal pada puncak HUT ke-81 RI di Grahadi. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi Surabaya berlangsung meriah, Senin, (17/8/2026). Ribuan masyarakat turut menyaksikan rangkaian upacara yang dimeriahkan berbagai atraksi seni dan budaya Jawa Timur.

 

Salah satu pertunjukan yang menarik perhatian adalah tari kolosal bertema “Kedaulatan Pangan Jawa Timur” yang dipersembahkan tim kesenian binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur. Dilansir dari jatimpos.co, Senin, (17/8/2026).

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, jajaran Forkopimda Jatim, serta para undangan turut menyaksikan rangkaian peringatan tersebut. Khofifah juga bertindak sebagai pimpinan upacara.

 

Kemeriahan peringatan tidak hanya hadir melalui tari kolosal. Pada upacara pengibaran bendera di pagi hari, masyarakat disuguhi atraksi gantole, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), dan penampilan Marching Band SMAN Taruna Nala Malang.

 

 

 

Sementara pada upacara penurunan bendera sore hari, rangkaian acara dimeriahkan penampilan Reyog Kyai Lodro dan Marching Band SMA Negeri 1 Kepanjen.

 

Khofifah mengapresiasi berbagai atraksi seni dan budaya yang ditampilkan dalam peringatan kemerdekaan tersebut.

 

“Peringatan kemerdekaan yang tidak hanya khidmat, tetapi juga penuh kegembiraan dan kebanggaan terhadap kekayaan seni budaya serta talenta Jawa Timur,” ujar Khofifah.

 

Menurutnya, semangat kemerdekaan merupakan semangat kebersamaan. Momentum HUT ke-81 RI diharapkan dapat menjadi energi untuk memperkuat persatuan dan gotong royong.

 

“Dari Jawa Timur, kita terus berkontribusi memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” katanya.

 

 

Reyog Jadi Representasi Budaya

 

Penampilan Reyog Kyai Lodro turut menjadi salah satu atraksi yang mendapat perhatian masyarakat. Kelompok kesenian binaan Disbudpar Jatim tersebut sebelumnya berhasil meraih Juara Umum dan membawa pulang Piala Bergilir Presiden RI dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI pada rangkaian Grebeg Suro 2026.

 

Khofifah menilai Reyog bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi representasi nilai, filosofi, dan identitas bangsa.

 

“Reyog bukan sekadar atraksi. Di dalamnya ada filosofi yang sangat kuat, tentang keberanian, kebenaran, dan bagaimana keberagaman suku serta agama dapat dirajut dalam harmoni budaya,” ujarnya.

 

Kepala Disbudpar Provinsi Jawa Timur Evy Afianasari mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah kolaboratif untuk mendukung pengembangan Reyog, termasuk melibatkan institusi pendidikan dan komunitas seni.

 

Selain Reyog, atraksi gantole juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan. Olahraga layang gantung tersebut menjadi salah satu atraksi wisata berbasis olahraga yang menawarkan pengalaman terbang di udara.

 

 

4.000 Masyarakat Hadiri Peringatan

 

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan 4.000 undangan gratis bagi masyarakat umum untuk mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Gedung Negara Grahadi.

 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.000 undangan dialokasikan untuk upacara pengibaran bendera pada pagi hari dan 2.000 undangan lainnya untuk upacara penurunan bendera pada sore hari.

 

Khofifah mengatakan keterlibatan masyarakat dalam upacara di Grahadi merupakan bagian dari semangat menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum kebersamaan.

 

Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI juga menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat persatuan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap bangsa.

 

“Grahadi adalah rumah rakyat Jawa Timur. Maka kami ingin kegembiraan dan kekhidmatan peringatan kemerdekaan ini juga dirasakan bersama oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya. (ivan)