Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Evy Afianasari mengatakan salah satu kesenian tradisional yang terus mendapatkan perhatian adalah Topeng Malangan.
Upaya pelestarian kesenian tersebut dilakukan dengan melibatkan para seniman dan sanggar sebagai bagian dari penguatan ekosistem budaya.
Evy mencatat pada 2025 terdapat 11 sanggar tari khusus Topeng Malangan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 15 sanggar pada 2026.
Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah seniman aktif. Pada 2025 tercatat sebanyak 369 seniman aktif, sedangkan hingga Agustus 2026 jumlahnya telah mencapai 589 seniman.
“Pertumbuhan jumlah sanggar dan seniman aktif menunjukkan bahwa ekosistem Topeng Malangan terus berkembang. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat regenerasi sekaligus memastikan kesenian ini tetap hidup dan dekat dengan generasi muda,” tutur Evy.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pelestarian seni tradisional di Jawa Timur tidak hanya membutuhkan ruang pertunjukan, tetapi juga keterlibatan generasi baru yang mampu meneruskan pengetahuan dan keterampilan dari para pelaku budaya sebelumnya.
Dengan penguatan regenerasi, pengembangan kapasitas seniman, serta keterhubungan dengan pariwisata dan ekonomi kreatif, seni tradisional di Jawa Timur diharapkan tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman. (ivan)