17 UMKM Jatim Perluas Pasar Lewat KKI 2026

komunitas | 23 Agustus 2026 18:29

 

Bagi Jawa Timur, penguatan UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Tercatat sekitar 2,57 juta unit UMKM di Jawa Timur menyerap sekitar 96,3 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 57 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur.

 

KPwBI Jawa Timur terus mendorong pengembangan UMKM melalui penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta percepatan digitalisasi. Hingga saat ini, KPwBI Jawa Timur telah membina 67 UMKM yang bergerak di sektor wastra, kriya, fesyen, kopi, serta makanan dan minuman olahan.

 

Keikutsertaan dalam KKI 2026 juga memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas jejaring bisnis melalui business matching, termasuk pembiayaan, ekspor, dan penguatan rantai nilai.

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan dalam pengembangan UMKM agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas pasar.

 

Sementara itu, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti saat membuka KKI 2026 menyampaikan bahwa penguatan UMKM diarahkan pada tiga kata kunci, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.

 

“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujarnya.