Eksosistem Wirausaha Muda, Pemprov Jatim Buka Peluang Kolaborasi 'Sandbox' Pertumbuhan Startup

komunitas | 10 Oktober 2026 07:47

Eksosistem Wirausaha Muda, Pemprov Jatim Buka Peluang Kolaborasi 'Sandbox' Pertumbuhan Startup
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak (kedua dari kiri) saat hadir dalam DSC Special Roadshow di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengapresiasi konsistensi Diplomat Success Challenge (DSC) dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan bagi generasi muda. Pemprov Jatim mendorong penguatan ruang uji coba (sandbox) kewirausahaan guna mempermudah inovasi pemuda masuk ke pasar global.

 

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan bahwa mencetak wirausahawan baru tidak cukup hanya mengandalkan motivasi belaka, melainkan membutuhkan pendampingan, akses permodalan, jejaring bisnis, hingga ruang pengujian inovasi. Dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (10/10/2026).

 

"Yang harus kita cetak itu apa? Entrepreneur-nya atau wirausahanya ini. Nah, ini yang dicoba dibangun di DSC," kata Emil dalam acara DSC Special Roadshow di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jumat, (9/10/2026).

 

 

 

 

Menurut Emil, pemerintah bertugas memangkas hambatan regulasi agar tidak mengekang kreativitas anak muda. Gagasan sandbox kewirausahaan diharapkan menjadi wadah bagi para pengusaha pemula untuk menguji kelayakan produk dan mengukur respons pasar secara legal sebelum dijual secara luas.

 

Guna merealisasikan wadah tersebut, Pemprov Jatim berencana menjalin komunikasi intensif dengan pihak DSC, ITS, serta Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, Pemprov Jatim juga siap mendukung pemasaran produk-produk inovatif alumni melalui program Misi Dagang dan promosi daerah.

 

Dalam ajang tersebut, beberapa inovasi unggulan dipamerkan, seperti kolaborasi alumni DSC yang menciptakan produk ear monitor dan mikrofon lokal, hingga inovasi mahasiswa ITS berupa semprotan pereda keinginan konsumsi gula berlebih (sugar craving).

 

 

 

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner DSC Surjanto Yasaputera menegaskan bahwa DSC yang telah berjalan selama 17 tahun tidak sekadar memberikan hibah modal usaha. Program ini fokus menyediakan edukasi, pendampingan, serta akses jaringan bisnis melalui Diplomat Entrepreneur Network (DEN).

 

Mendukung langkah tersebut, Wakil Rektor III ITS Imam Baihaqi menambahkan bahwa pihak kampus terus memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui fasilitas Science Technopark dan kurikulum wajib technopreneurship untuk mencetak lulusan yang solutif dan berjiwa usaha. (ivan)