Bank Jatim Perkuat Ekosistem Syariah Lewat Transaksi SiPA IDR Rp450 Miliar di ISEF 2026

komunitas | 24 Oktober 2026 08:03

Bank Jatim Perkuat Ekosistem Syariah Lewat Transaksi SiPA IDR Rp450 Miliar di ISEF 2026
Bank Jatim Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah melalui Transaksi SiPA  IDR. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 ke-13 yang berlangsung pada Business Deals Ceremony.

 

Dalam agenda strategis tersebut, Bank Jatim melakukan penandatanganan kerja sama transaksi Sertifikat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah (SiPA) IDR bersama tiga entitas perbankan syariah nasional. Total nilai transaksi yang disepakati mencapai Rp450 miliar. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (24/10/2026).

 

Rincian alokasi kerja sama transaksi tersebut meliputi:

 

  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI): Rp300 miliar
  • PT Bank CIMB Niaga Tbk – Unit Usaha Syariah (CIMB Niaga Syariah): Rp100 miliar
  • PT Bank OCBC NISP Tbk – Unit Usaha Syariah (OCBC Syariah): Rp50 miliar

 

Kerja sama ini menjadi langkah taktis Bank Jatim dalam memperluas kolaborasi industri perbankan syariah, sekaligus mengoptimalkan pengelolaan likuiditas instrumen keuangan syariah yang aman, kompetitif, dan prudent.

Direktur Keuangan dan Tresuri Bank Jatim, RM Wahyukusumo Wisnubroto, menyatakan bahwa keikutsertaan Bank Jatim dalam ISEF 2026 merupakan wujud nyata dukungan perseroan terhadap penguatan industri keuangan syariah di tanah air.

 

 

 

"Partisipasi Bank Jatim dalam Business Deals Ceremony ISEF 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dengan perbankan syariah. Melalui transaksi SiPA IDR ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan instrumen dan ekosistem keuangan syariah nasional, sekaligus memperkuat optimalisasi pengelolaan likuiditas Bank Jatim secara prudent dan berkelanjutan," ujar Wahyu, Jumat, (23/10/2026).

 

Wahyu menambahkan, potensi ekonomi berbasis syariah di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Hal ini dimanfaatkan Bank Jatim untuk memperluas portofolio produk, layanan, serta kemitraan strategis yang memberi nilai tambah bagi masyarakat dan sektor bisnis.

 

Melalui sinergi lintas lembaga keuangan ini, Bank Jatim turut memperkuat posisinya sebagai regional champion. Perseroan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi kawasan Jawa Timur, melainkan juga mengambil peran aktif dalam panggung ekonomi syariah di tingkat nasional.

 

Ke depan, Bank Jatim berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dan kolaborasi bersama para pemangku kepentingan (stakeholders) demi menghadirkan ekosistem keuangan nasional yang lebih inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. (ivan)