GRESIK, PustakaJC.co – Program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Gresik pada 2026 dipastikan tetap berjalan. Namun, jumlah peserta yang bisa difasilitasi diperkirakan berkurang akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Suhartono, mengatakan pihaknya telah melakukan pembahasan awal terkait persiapan program mudik gratis menjelang Idulfitri 2026. Meski demikian, kepastian jumlah kuota masih menunggu sisa anggaran dari program penjemputan santri. Dilansir dari gresiksatu.com, Minggu, (15/2/2026).
“Anggaran penjemputan santri itu nanti kita lihat setelah program selesai. Sisa anggarannya akan kita alokasikan untuk mudik gratis,” ujar Suhartono, Minggu, (15/2/2026).
Ia menegaskan, Dinas Perhubungan akan mengoptimalkan anggaran yang tersedia agar masyarakat tetap bisa menikmati fasilitas mudik gratis tersebut, meskipun kuota kemungkinan tidak sebanyak tahun sebelumnya.
“Karena adanya efisiensi anggaran termasuk di tingkat provinsi, ada kemungkinan kuotanya berkurang dibanding tahun lalu,” jelasnya.
Untuk rute perjalanan, Dishub Gresik memastikan jalur tujuan masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni menuju sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Ponorogo, Magetan, Ngawi, dan Banyuwangi. Namun, jumlah armada akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Tetap jalurnya ke arah sana, hanya menyesuaikan kemampuan anggaran,” tambahnya.
Sebagai perbandingan, pada 2025 lalu program mudik gratis Pemkab Gresik berjalan maksimal karena mendapat dukungan armada dari pemerintah provinsi. Saat itu, bantuan mencapai sekitar 13 hingga 14 unit bus, sehingga kapasitas peserta lebih banyak.
“Tahun kemarin kita dibantu provinsi, jadi armadanya lebih banyak. Tahun ini kondisinya berbeda karena provinsi juga terdampak efisiensi anggaran,” pungkas Suhartono.
Program mudik gratis ini tetap menjadi salah satu upaya Pemkab Gresik membantu masyarakat pulang kampung dengan aman dan terjangkau, meski di tengah keterbatasan anggaran. (ivan)