GRESIK, PustakaJC.co - Di tengah meningkatnya tensi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iranyang berdampak pada kawasan Timur Tengah, Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Gresik mengimbau agen travel untuk menunda keberangkatan jemaah umroh hingga situasi kembali aman dan kondusif.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Gresik, Lulus, sebagai tindak lanjut arahan dari Kementerian Haji pusat. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk antisipasi dini guna menjaga keselamatan jemaah. Dilansir dari gresiksatu.com, Selasa, (3/3/2026).
“Jadi kami imbau sesuai dengan arahan Wamen Kemenhaj bahwa travel yang akan memberangkatkan jamaah umroh dalam waktu dekat dihimbau untuk menunda keberangkatannya sampai situasi di Timur Tengah kondusif,” ungkap Lulus, Senin (2/3/2026).
Ia menegaskan, keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Meski hingga saat ini belum ada laporan langsung terkait gangguan penerbangan atau aktivitas ibadah umroh, kewaspadaan tetap harus dikedepankan mengingat dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Kemenhaj Gresik juga meminta para penyelenggara perjalanan ibadah umroh (PPIU) aktif berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas terkait untuk memantau perkembangan situasi. Selain itu, jemaah diminta tidak panik dan tetap menunggu informasi resmi dari pemerintah maupun agen travel masing-masing.
“Keselamatan jamaah adalah yang utama. Kami berharap travel dapat memahami kondisi ini dan mengutamakan keamanan,” tegasnya.
Pihaknya memastikan akan terus memantau perkembangan situasi internasional dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat sebelum mencabut imbauan penundaan keberangkatan tersebut. (ivan)