SURABAYA, PustakaJC.co – Perjalanan markas kepolisian di Surabaya mencerminkan dinamika perkembangan kota sejak era kolonial Hindia Belanda. Sebagai pusat industri, perdagangan, dan pemerintahan, Surabaya membutuhkan sistem keamanan yang terus beradaptasi, termasuk dalam hal lokasi dan kelembagaan kepolisian. Kamis (23/4/2026).
Catatan sejarah menunjukkan bahwa kantor pusat kepolisian di Surabaya telah mengalami beberapa kali perpindahan. Lokasi awal berada di kawasan Jalan Gresik (Grisseesche Weg), sebelum kemudian bergeser ke kawasan Simpang pada tahun 1919. Perpindahan ini menandai upaya penyesuaian terhadap pertumbuhan kota dan kebutuhan layanan keamanan yang lebih efektif.
Tidak berhenti di situ, pada tahun 1922 markas kepolisian kembali berpindah ke kawasan Baliwerti. Dua tahun berselang, tepatnya 1924, kantor tersebut menempati bangunan bekas HBS yang kemudian difungsikan sebagai Kantor Pos Kebonrojo. Rangkaian perpindahan ini menjadi bagian dari fase pembenahan sistem kepolisian yang mulai lebih terorganisasi.