GRESIK, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten Gresik terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan Surabaya–Gresik. Salah satu proyek yang kini menjadi fokus utama yakni pelebaran Jalan Menganti hingga Lakarsantri untuk mengurai kepadatan kendaraan yang selama ini kerap terjadi di jalur tersebut.
Proyek pelebaran jalan itu ditargetkan selesai pada tahun 2028 dan diharapkan mampu memperlancar konektivitas masyarakat dari wilayah selatan Gresik menuju Surabaya. Dilansir dari gresiksatu.com, Rabu, (13/5/2026).
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik, Eddy Pancoro mengatakan, pengembangan jalan dilakukan pada koridor Bringkang Menganti hingga Lakarsantri Surabaya dengan total panjang sekitar 7,3 kilometer.
“Koridornya dari Bringkang Menganti kemudian Menganti ke Lakarsantri. Totalnya sekitar 7,3 kilometer,” ujarnya, Selasa, (12/5/2026).
Menurut Eddy, pengerjaan jalan di wilayah Bringkang Menganti kini hampir selesai sepenuhnya. Pemerintah tinggal melakukan penataan di beberapa titik, termasuk kawasan perempatan Pasar Menganti.
“Bringkang Menganti itu hampir tuntas 100 persen. Tinggal mempolakan di perempatan Pasar Menganti,” terangnya.
Sementara itu, pelebaran jalan di wilayah Desa Laban menuju Lakarsantri masih dilakukan secara bertahap. Ruas jalan sepanjang sekitar 3,8 hingga 4 kilometer tersebut membutuhkan pembebasan lahan di sejumlah titik.
Eddy menjelaskan, proyek pelebaran jalan itu sudah berjalan selama tiga tahun terakhir dan akan terus dilanjutkan setiap tahun menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
“Sudah tiga tahun kita kerjakan di wilayah Setro dan Sidowungu. Tahun ini kita lanjut lagi di wilayah Sidowungu serta beberapa titik lain yang memungkinkan tanpa pembebasan lahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan Jalan Menganti–Lakarsantri menjadi salah satu program prioritas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan mobilitas masyarakat.
Karena itu, Pemkab Gresik terus mengalokasikan anggaran setiap tahun untuk pengerjaan fisik maupun pelebaran jalan agar proyek tersebut dapat selesai sesuai target pada 2028.
“Pak Bupati memang memfokuskan penyelesaian jalan ini setiap tahun. Jadi selalu ada kegiatan fisik untuk pembangunan maupun pelebaran,” pungkas Eddy.
Dengan terus berlangsungnya pembangunan tersebut, akses transportasi di kawasan perbatasan Surabaya–Gresik diharapkan semakin lancar serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat. (ivan)