Ia menegaskan, keberhasilan pemberdayaan perempuan akan berdampak langsung terhadap kualitas keluarga dan kemajuan masyarakat secara luas.
“Jika ibu-ibunya kuat, maka desa dan kelurahan juga akan semakin kuat. Karena itu, saya berharap seluruh tim pelaksana dapat memaksimalkan outcome program ini di lapangan,” katanya.
Washil menjelaskan, program tersebut memiliki enam sasaran utama, yakni meningkatkan pendapatan keluarga, mengurangi jumlah keluarga miskin, meningkatkan kualitas pendidikan anak, memperbaiki gizi dan kesehatan keluarga, memperkuat kemandirian perempuan kepala keluarga, serta memperluas jejaring sosial dan budaya gotong royong masyarakat.
Untuk mencapai target tersebut, peserta tidak hanya menerima pembinaan sosial, tetapi juga pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, pendampingan pemasaran produk, hingga akses terhadap permodalan dan koperasi.