Menurut Awang, mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem pesisir. Selain berfungsi menahan abrasi, tanaman tersebut juga mampu menyerap karbon dan menjadi habitat berbagai biota laut yang mendukung kehidupan masyarakat pesisir.
Karena itu, keberadaan mangrove perlu terus dijaga melalui keterlibatan berbagai pihak. PII Gresik berharap langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan.
Wakil Ketua PII Cabang Gresik, Ali Yusa, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, PT Peti Kemas Surabaya, BKTI PII Jawa Timur, perguruan tinggi, perusahaan, komunitas lingkungan, hingga masyarakat pesisir.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar manfaat penanaman mangrove dapat dirasakan secara berkelanjutan sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Program revitalisasi pesisir tersebut merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan PII Gresik setelah program serupa digelar pada tahun 2025. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata para insinyur dalam mendukung konservasi lingkungan dan memperkuat ketahanan ekosistem pesisir di Kabupaten Gresik.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Syamsul, mengapresiasi konsistensi PII Gresik dalam menginisiasi gerakan penanaman mangrove. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat merupakan model kolaborasi yang efektif dalam menjaga lingkungan hidup.
"Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak," katanya. (nov)