PII Gresik Dorong Hilirisasi Industri Harus Diimbangi Investasi Lingkungan

gresik | 14 Juni 2026 21:05

PII Gresik Dorong Hilirisasi Industri Harus Diimbangi Investasi Lingkungan
PII Gresik menekankan pentingnya menyeimbangkan program hilirisasi industri dengan investasi lingkungan melalui aksi penanaman 2.000 mangrove di pesisir Manyar. (dok radargresik)

GRESIK, BeritaGov.id – Perkumpulan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik menegaskan pentingnya menyeimbangkan program hilirisasi industri dengan investasi lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan Kalimireng, Desa Manyarsidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu menjadi simbol pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan di tengah pesatnya perkembangan industri.

Ketua PII Cabang Gresik, Awang Djohan Bactiar, mengatakan program hilirisasi industri yang menjadi bagian dari Asta Cita pemerintah diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru. Namun, peningkatan aktivitas industri harus diiringi dengan upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

"Hilirisasi industri akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Namun, seiring bertambahnya aktivitas industri, upaya pelestarian lingkungan harus terus diperkuat," ujarnya.

 

Menurut Awang, mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem pesisir. Selain berfungsi menahan abrasi, tanaman tersebut juga mampu menyerap karbon dan menjadi habitat berbagai biota laut yang mendukung kehidupan masyarakat pesisir.

Karena itu, keberadaan mangrove perlu terus dijaga melalui keterlibatan berbagai pihak. PII Gresik berharap langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

Wakil Ketua PII Cabang Gresik, Ali Yusa, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, PT Peti Kemas Surabaya, BKTI PII Jawa Timur, perguruan tinggi, perusahaan, komunitas lingkungan, hingga masyarakat pesisir.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar manfaat penanaman mangrove dapat dirasakan secara berkelanjutan sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Program revitalisasi pesisir tersebut merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan PII Gresik setelah program serupa digelar pada tahun 2025. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata para insinyur dalam mendukung konservasi lingkungan dan memperkuat ketahanan ekosistem pesisir di Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Syamsul, mengapresiasi konsistensi PII Gresik dalam menginisiasi gerakan penanaman mangrove. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat merupakan model kolaborasi yang efektif dalam menjaga lingkungan hidup.

"Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak," katanya. (nov)