GRESIK, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat kapasitas aparatur pemerintahan desa guna menyelaraskan program pembangunan agar terintegrasi dengan arah pembangunan nasional, provinsi, hingga kabupaten.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, mengatakan desa memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah karena menjadi pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.
"Pemerintahan desa bukan pemerintahan yang paling bawah, tetapi yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu desa menjadi ujung tombak keberhasilan pembangunan," ujarnya, Jumat (26/6).
Menurut Alif, sekitar 88 persen dari 1,3 juta penduduk Kabupaten Gresik tinggal di wilayah desa. Karena itu, pembangunan daerah harus dimulai dari desa dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan sekadar objek pembangunan.
Ia menegaskan, sinkronisasi dokumen perencanaan menjadi hal penting, mulai dari RPJMD Kabupaten, RKPD, Renstra Kecamatan, RPJM Desa, RKP Desa, hingga APBDes agar seluruh program saling terhubung dan mendukung tujuan pembangunan yang sama.