Sebagai bagian dari tradisi, setiap RW diwajibkan membuat satu tumpeng kirab dengan tema dan bahan yang disesuaikan masing-masing wilayah. Seluruh tumpeng kemudian diarak dari Pendopo Balai Desa Suci menuju Masjid Mamba’ut Tho’at untuk mengikuti prosesi selamatan bersama.
Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dengan ziarah ke makam para sesepuh Desa Suci. Keesokan harinya, Minggu (9/8/2026), masyarakat menggelar khotmil Al-Qur’an secara serentak di seluruh masjid, musala, dan Pendopo Balai Desa sebagai bentuk doa bersama.
Pada Senin (10/8/2026), khotmil Al-Qur’an dipusatkan di Masjid Mamba’ut Tho’at sejak pagi hari. Malam harinya dilanjutkan dengan Kirab Tumpeng Agung yang bergerak dari Pendopo Balai Desa menuju Masjid Mamba’ut Tho’at dan menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan warga maupun pengunjung.
Puncak Rebo Wekasan berlangsung pada Selasa, (11/8/2026) dengan pembacaan rotib, Lailatul Sholawat, dan Hadrah Banjari hingga larut malam. Setelah itu, jamaah melaksanakan salat malam berjamaah di Masjid Mamba’ut Tho’at.