GRESIK, PustakaJC.co - Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terus mempercepat proyek pelebaran ruas Jalan Bungah-Dukun yang menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis pada 2026. Dengan nilai anggaran sekitar Rp13 miliar, proyek tersebut ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas jalan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Gresik utara. Gresik, Jumat, (24/7/2026).
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik, Eddy Pancoro, mengatakan penanganan dilakukan sepanjang kurang lebih empat kilometer. Konsep pekerjaan diawali dengan pelebaran badan jalan di sisi kanan dan kiri sebelum seluruh permukaan jalan dilakukan pelapisan ulang atau overlay. Dilansir dark gresiksatu.com, Sabtu, (25/7/2026).
“Konsep pekerjaannya adalah pelebaran jalan. Bagian sisi kanan dan kiri yang lebih tinggi akan dibongkar, dipasang U-Ditch dan konstruksi beton. Setelah itu seluruh ruas akan dioverlay ulang,” ujar Eddy.
Ia menjelaskan, proyek tersebut juga mencakup pembangunan saluran drainase menggunakan U-Ditch sepanjang kurang lebih 800 meter pada titik-titik tertentu di kedua sisi jalan. Keberadaan drainase baru diharapkan dapat mengurangi genangan air yang berpotensi merusak konstruksi jalan serta meningkatkan umur layanan infrastruktur.
“Panjang penanganannya sekitar empat kilometer. Untuk drainasenya dipasang U-Ditch sepanjang kurang lebih 800 meter kanan dan kiri dari STA awal sampai ketemu crossing,” katanya.
Pekerjaan fisik dimulai pada akhir Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir tahun. Saat ini pelaksanaan proyek dipusatkan di kawasan Desa Melirang sebelum berlanjut secara bertahap ke ruas jalan lainnya.
Menurut Eddy, hingga pertengahan Juli 2026, pengerjaan pada sisi kanan jalan telah melampaui dua kilometer dan sebagian besar sudah selesai. Kontraktor kini mulai mengerjakan pelebaran di sisi kiri, sementara pemasangan U-Ditch masih berlangsung pada bagian awal ruas jalan.
“Saat ini sisi kanan sudah banyak yang selesai. Sekarang mulai masuk pengerjaan sisi kiri. Untuk area awal masih ada pekerjaan pemasangan U-Ditch,” tuturnya.
Ia menyebut progres fisik proyek saat ini telah mencapai sekitar 7,7 persen. Capaian tersebut masih sesuai dengan jadwal pelaksanaan karena bobot pekerjaan terbesar berada pada tahap pengaspalan atau overlay yang akan dilakukan setelah seluruh pekerjaan pelebaran selesai.
Selama proses pembangunan berlangsung, arus lalu lintas di ruas Jalan Bungah-Dukun tetap dibuka. DPUTR Gresik belum menerapkan penutupan jalan maupun pengalihan arus karena pekerjaan dilakukan secara bergantian di setiap sisi jalan.
“Untuk sementara tidak ada penutupan jalan ataupun pengalihan arus. Kendaraan masih bisa melintas karena pengerjaan dilakukan per sisi,” pungkas Eddy.
Proyek pelebaran Jalan Bungah-Dukun diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarkecamatan di wilayah Gresik utara, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memberikan kenyamanan dan keselamatan yang lebih baik bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut. (ivan)