Tembakau Kembali Jadi Andalan Petani Gresik Saat Musim Kemarau

gresik | 28 Juli 2026 07:52

 

Ia menjelaskan, masa tanam tembakau di Kabupaten Gresik berlangsung mulai Juli hingga September. Sementara itu, proses budidaya hingga panen membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima bulan.

 

Menurut Choirul, tembakau masih menjadi salah satu komoditas perkebunan yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan. Kondisi tersebut mendorong banyak petani kembali memilih menanam tembakau setiap memasuki musim kemarau.

 

Budidaya tembakau di Kabupaten Gresik tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Wringinanom, Menganti, Driyorejo, Bungah, dan Dukun. Dari sejumlah wilayah tersebut, Balongpanggang, Benjeng, dan Cerme dinilai memiliki potensi paling besar karena didukung kondisi lahan yang sesuai serta pengalaman petani dalam mengelola tanaman tembakau.

 

“Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, dan Cerme memiliki potensi yang cukup besar karena kondisi lahannya mendukung dan petaninya sudah berpengalaman dalam budidaya tembakau,” katanya.