Tembakau Kembali Jadi Andalan Petani Gresik Saat Musim Kemarau

gresik | 28 Juli 2026 07:52

 

Mayoritas petani di Gresik membudidayakan varietas Jinten Pakpei. Dalam pemasarannya, sebagian petani telah menjalin kemitraan dengan perusahaan seperti PT Sadana dan Marabu. Sementara petani lainnya menjalankan budidaya secara mandiri maupun melalui sistem intensifikasi.

 

Saat ini, usia tanaman tembakau di lahan petani bervariasi, mulai tiga minggu hingga sekitar 40 hari. Dengan kondisi cuaca yang mendukung, Dispertan optimistis produktivitas maupun kualitas hasil panen tahun ini akan mengalami peningkatan.

 

“Nah, saat ini usia tanaman tembakau di lahan petani cukup beragam, mulai tiga minggu hingga sekitar 40 hari. Dengan kondisi cuaca yang mendukung, Dispertan optimistis produktivitas maupun kualitas hasil panen dapat meningkat,” tuturnya.

 

Dispertan berharap hasil panen petani nantinya dapat diserap secara maksimal oleh pabrikan dengan harga yang layak. Kepastian pasar dan harga yang menguntungkan dinilai menjadi faktor penting agar keuntungan petani sebanding dengan biaya produksi dan tenaga yang telah dikeluarkan selama proses budidaya.

 

Selain itu, petani juga diimbau terus menjaga kualitas tanaman melalui perawatan yang baik, mulai dari penyiraman, penggemburan tanah, hingga penerapan jarak tanam yang ideal agar menghasilkan daun tembakau berkualitas tinggi dengan nilai jual yang lebih baik saat panen. (ivan)