GRESIK, PustakaJC.co — Pemerintah Kabupaten Gresik bersama PT Smelting menanam 10.000 bibit mangrove di Dusun Ujung Timur (Brang Wetan), Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, sebagai upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari abrasi, Selasa, (11/8/2026).
Penanaman tersebut menjadi bagian dari Kick Off Program Konservasi Mangrove bertajuk Pesisir Lestari – Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang. Program ini diarahkan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dilansir dari gresiksatu.com, Kamis, (13/8/2026).
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, persoalan lingkungan di kawasan pesisir membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
Menurutnya, Desa Randuboto dipilih sebagai lokasi gerakan karena memiliki potensi ekologis yang besar sehingga perlu dijaga dan dikelola secara berkelanjutan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Smelting yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan di Kabupaten Gresik,” katanya.
Fandi menilai penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan penghijauan, tetapi merupakan investasi perlindungan lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Mangrove memiliki fungsi penting sebagai benteng alami pantai dari abrasi, habitat berbagai biota, penjaga kualitas ekosistem pesisir, sekaligus penyerap karbon dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
“Kegiatan yang kita lakukan hari ini bukan sekadar menanam 10.000 bibit mangrove. Kita sedang menanam perlindungan bagi pesisir Gresik, menanam kepedulian terhadap lingkungan, dan menanam harapan untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.
Selain sebagai kawasan konservasi, Pemkab Gresik juga melihat potensi pengembangan kawasan mangrove Randuboto sebagai ruang edukasi lingkungan dan ekowisata berbasis masyarakat.
Pengembangan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir, termasuk mendorong peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kemiskinan.
“Target kita harus berdampak kepada keberlanjutan di masyarakat, terutama menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir,” tegasnya.
Presiden Direktur PT Smelting Darma Djojonegoro mengatakan, penanaman 10.000 bibit mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.
Program tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus investasi lingkungan untuk masa depan. Kawasan mangrove yang terjaga nantinya diharapkan dapat menjadi pusat edukasi lingkungan dan membuka peluang ekonomi melalui pengembangan ekowisata.
Darma juga mengapresiasi Pemkab Gresik dan seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan upaya pelestarian lingkungan.
“Mangrove mempunyai peran penting dalam menjaga lingkungan dan masyarakat sesuai tagline Menjaga Mangrove Mengamankan Generasi Mendatang. Keberhasilan ini tidak dapat dicapai sendiri tanpa kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gresik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Randuboto Andhi Sulandra mengatakan pemerintah desa terus berkomitmen menjaga kelestarian kawasan pesisir di wilayahnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui perlindungan kawasan hutan mangrove seluas 200 hektare yang dijaga secara utuh dan berkelanjutan sejak 2013.
“Desa Randuboto mempunyai kawasan mangrove seluas 200 hektare, dan ini sudah kita jaga utuh mulai dari tahun 2013. Langkah konsisten tersebut berhasil mempertahankan fungsi utama mangrove sebagai benteng alami dari abrasi pantai,” katanya. (ivan)