Suku Bawean Catat Sejarah Baru di Gedung Negara Grahadi

gresik | 17 Agustus 2026 18:33

Suku Bawean Catat Sejarah Baru di Gedung Negara Grahadi
Dua orang Raden Ali Mashar dan Prof. Dr. Raden Sulaiman yang mewakili entitas Suku Bawean masyarakat adat di Jawa Timur. Keduanya punya garis keturunan Raje Pangolo. Dalam catatan Belanda disebutkan penguasa Bawean seorang Raje Pangolo yang bertempat di Bengko Dhelem, Utara Alun-alun. (dok gresiksatu)

SURABAYA, PustakaJC.co — Suku Bawean mencatat sejarah baru dalam upacara kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin, (17/8/2026).

 

Untuk pertama kalinya, nama Suku Bawean tercantum secara khusus pada kursi tamu kehormatan dalam upacara tersebut. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Dilansir dari gresiksatu.com, Senin, (17/8/2026).

 

Dua tokoh Bawean hadir sebagai perwakilan dalam undangan kenegaraan tersebut. Mereka adalah Kiai Raden Ali Mashar dan Prof. Dr. Raden Sulaiman, guru besar sekaligus dosen Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

 

Keduanya hadir sebagai perwakilan garis keturunan Raje Pangolo atau pemimpin adat dan Mbhe Pangolo atau penasihat adat Bawean. Struktur kepemimpinan adat tersebut disebut memiliki catatan historis sejak era Bengko Dhelem.

 

Momen haru dirasakan Prof. Sulaiman ketika pembawa acara menyebut sejumlah perwakilan masyarakat adat yang hadir dalam upacara tersebut.

 

Nama Suku Bawean disebut bersamaan dengan masyarakat adat lain di Jawa Timur, seperti Suku Osing dan Suku Samin.

 

“Pada kursi undangan juga sudah tertulis ‘Suku Bawean’. Sungguh ini pertama kali bagi saya membaca tulisan resmi ‘Suku Bawean’. Terima kasih dan syukur atas rahmat kemerdekaan ke-81 ini,” ujar Sulaiman.