Menurut Fandi, konsep serupa dapat diterapkan di wilayah lain yang memiliki kebutuhan air cukup tinggi. Karena itu, pembangunan kolam retensi di tiga kecamatan tersebut terus didorong agar dapat segera direalisasikan.
Rencana pembangunan infrastruktur tersebut juga telah disampaikan kepada Menteri Pertanian. Fandi mengatakan, pemerintah pusat memberikan dukungan terhadap rencana tersebut.
“Kemarin sudah kami sampaikan ke Pak Mentan dan beliau mendukung, tinggal memang pengurusan surat alih fungsi dan sebagainya yang sedang diproses,” pungkasnya.
Pemkab Gresik berharap kombinasi penanganan jangka pendek melalui pompa, sumur bor, sumber mata air, dan pipanisasi serta pembangunan kolam retensi dapat membantu mengurangi dampak kekeringan terhadap petani.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ketersediaan air untuk pertanian dan mengantisipasi ancaman kekeringan pada musim kemarau berikutnya. (ivan)