Wadah Kolaborasi UMKM Lintas Kota, Gresik Market Festival 2 Gairahkan Ekonomi Lokal

gresik | 06 September 2026 17:22

Wadah Kolaborasi UMKM Lintas Kota, Gresik Market Festival 2 Gairahkan Ekonomi Lokal
Pengunjung saat berbelanja di Gresik Market Festival Thrift 2. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co — Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik kembali menjadi pusat pergerakan ekonomi kreatif kerakyatan. Sebanyak 40 tenant pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Gresik dan Surabaya unjuk gigi dalam ajang Gresik Market Festival Thrift 2 yang digelar selama delapan hari, 5–12 September 2026.

 

Festival edisi kedua ini dirancang khusus untuk membuka ekosistem baru bagi para pelaku usaha pakaian bekas layak pakai (thrifting) maupun fesyen lokal agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Dilansir dari gresiksatu.com, Minggu, (6/9/2026).

 

Panitia penyelenggara, Haykal, menjelaskan bahwa kolaborasi lintas kota ini menjadi sarana efektif dalam mendorong perputaran roda ekonomi daerah sekaligus memberi daya tahan bagi bisnis pedagang kecil.

 

"Kami menggandeng sekitar 40 tenant, baik dari lokal Gresik maupun Surabaya. Tujuan utamanya adalah memberi ruang bagi masyarakat untuk berburu fesyen terjangkau sekaligus mendukung keberlangsungan UMKM lokal," ujar Haykal.

 

 

Haykal menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat pada gelaran pertama menjadi alasan utama event ini kembali diselenggarakan di lokasi yang sama.

 

"Event kedua di GOR WEP ini jadi bukti kalau minat pasar thrift dan fesyen lokal di Gresik itu tinggi. Kami ingin acara ini konsisten jadi wadah pemulihan dan pertumbuhan ekonomi bagi teman-teman pedagang kecil," lanjutnya.

 

Respon positif juga disampaikan para pelaku usaha yang terlibat. Bagus, salah satu pemilik tenant asal Gresik, menyambut baik konsistensi penyelenggaraan pasar thrift di Kota Pudak ini. Menurutnya, gelaran skala festival seperti ini terbukti ampuh mendatangkan trafik pembeli secara signifikan.

 

"Pasar thrift yang ada di Gresik ini ada dari Surabaya Thrift juga. Yang lokal maupun branded lengkap. Harga jualnya sangat terjangkau, mulai dari Rp35 ribu. Ini membantu kami dapat omzet sekaligus beri tawaran menarik buat pembeli," tutur Bagus.

 

 

Bagus menilai, hadirnya pedagang dari luar daerah justru memberikan dampak positif terhadap ekosistem pasar lokal di Gresik.

 

"Buat kami pelaku UMKM lokal, event gabungan sama pedagang Surabaya ini justru bikin pasar makin ramai. Pembeli makin banyak pilihan, pedagang juga ketiban rezeki. Sudah murah, pembeli juga berkesempatan dapet jackpot barang bagus," ungkapnya.

 

Dengan harga produk yang ditawarkan mulai dari Rp25 ribu hingga barang branded, festival ini tak sekadar menjadi tempat transaksi jual-beli, melainkan strategi menggerakkan sektor ekonomi kreatif berbasis komunitas di kawasan Gerbangkertosusila.

 

Kehadiran ragam produk fesyen murah ini pun disambut antusias oleh masyarakat setempat yang mencari alternatif belanja hemat.

"Asik banget, modal murah aja udah bisa dapet baju bagus dan branded. Tempatnya juga nyaman, apalagi ada hiburannya," ujar Rina, salah satu pengunjung yang hadir di lokasi.

 

Guna menggaet lebih banyak pengunjung hingga malam hari, panitia melengkapi kawasan pasar murah ini dengan pertunjukan live music. Event ini beroperasi setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 21.30 WIB. (ivan)