Satgas Pangan Polres Gresik Garansi Stok dan Harga Beras Aman Pasca-Sidak Pasar Baru

gresik | 09 September 2026 06:53

Satgas Pangan Polres Gresik Garansi Stok dan Harga Beras Aman Pasca-Sidak Pasar Baru
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo saat memimpin langsung kegiatan sidak pasar Gresik. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co - Satgas Pangan Polres Gresik menggaransi ketersediaan stok serta stabilitas harga beras di wilayah Kabupaten Gresik tetap aman dan terkendali. Kepastian ini didapat usai petugas menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Baru Gresik pada Selasa, (8/9/2026) pagi.

 

Sidak yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo bersama Kanit III Pidsus Iptu Komang Andhika Haditya ini menyasar sejumlah agen dan pedagang beras besar, seperti Toko Edi Jaya, Toko Aisiyah, Toko H. Saroah, hingga Toko Hariyadi. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada permainan harga maupun penimbunan komoditas pangan di tingkat pedagang. Dilansir dari gresiksatu.com, Rabu, (9/9/2026).

 

"Hasil pengecekan langsung menunjukkan harga beras, baik kelas premium maupun SPHP, relatif stabil dan sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Ketersediaan stok juga dipastikan aman," tegas AKP Mohammad Prasetyo mewakili Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution.

 

 

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga beras premium tercatat stabil di angka Rp14.900 per kilogram. Sementara itu, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) besutan Bulog dipasarkan dikisaran Rp12.000 per kilogram. Petugas tidak hanya mencatat harga jual, tetapi juga memeriksa kondisi fisik dan mutu beras yang dijajakan kepada konsumen.

 

Guna memastikan pengawasan berjalan komprehensif, Polres Gresik turut menggandeng lintas instansi. Di antaranya Dinas Pertanian, Diskoperindag, Dinas Perekonomian, Dinas PTSP Kabupaten Gresik, serta Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya.

 

Pengawasan dan pemantauan rantai distribusi beras ini dipastikan bakal berlanjut secara berkala. Langkah preventif tersebut disiagakan guna mengantisipasi spekulan, mencegah praktik penimbunan, serta menjamin masyarakat Gresik mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar. (ivan)